Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Bunglon Terkecil Sepanjang 16 Milimeter


Brookesia micra
Lagi seorang lmuwan Munich-Jerman  menemukan spesies baru hewan bunglon berukuran sepanjang 16 mm. Hewan yang berasal dari famili Agamidae ini memiliki nama Brookesia micra. Ia sekaligus dinobatkan sebagai reptil terkecil karena memiliki ukuran sedikit lebih besar dari ukuran kuku manusia.


Ilmuwan memperkirakan bahwa jantan dan betina spesies itu bisa tumbuh maksimal hanya 30 mm. Frank Glaw, pimpinan peneliti, mengungkapkan bahwa spesies itu ditemukan di Madagascar lewat ekspedisi pada malam hari tahun 2003-2007. Ilmuwan mengakui bahwa spesies tersebut tidak terlalu sulit untuk ditangkap sebab hanya memanjat ranting pohoon setinggi 10 cm. 


'Layaknya mengambil strawberry' demikian ungkapan Glaw Ilmuan Museum of Natural Histrory Munich-Jerman ini pada saat mengambil reptil dalam keadaan tidur, karena reptil tersebut tidak akan bergerak semalaman penuh demikian kutipan yg diambil dari Our Amazing Planet, Selasa(14/2/2012). 
Berkomentar tentang hasil penelitian, Ted Townsend dari San Diego State University seperti dikutip Daily Mail, Selasa, menuturkan, "Ukuran bunglon menunjukkan bahwa hewan itu telah berevolusi di Madagascar dari nenek moyang yang kecil, tak seperti bunglon besar dan warna-warni yang kita kenal."


Selain Brookesia micra, ilmuwan juga menemukan tiga jenis bunglon lainnya. Ilmuwan juga memprediksi bahwa mungkin ada bunglon lain yang lebih kecil. Bunglon-bunglon yang ditemukan sangat rentan pada kerusakan habitat.



Senin, 13 Februari 2012

Udang Raksasa di Selandia Baru Mirip Kecoa

Udang raksasa, atau ilmuwan menyebutnya “Supergiant Crustacea”, ditemukan di Palung Kermadec, perairan Selandia Baru, di kedalaman 7 kilometer pada Kamis, 2 Februari 2012. Hewan yang masuk tipe Amphipod, jenis udang-udangan atau crustacea yang hidup tanpa karapas, itu memiliki panjang 28 sentimeter atau 10 kali lebih besar dibandingkan udang pada umumya yang memiliki panjang 2-3 sentimeter.

Alam Jamieson, dari Laboratorium Kelautan di University of Aberdeen, menjelaskan bahwa udang ini hampir menyerupai kecoa yang berkaki panjang. Hewan langka itu ditemukan dengan menggunakan sebuah logam perangkap yang dilengkapi kamera berlapis kaca safir untuk melindungi dari arus laut dalam. Dalam penjelajahan bawah laut, tim ilmuwan University of Aberdeen, Skotlandia, dan National Institute of Water and Atmospheric Research (Niwa), Selandia Baru, berhasil membuat tujuh spesimen masuk ke perangkap logam itu.

Amphipoda biasanya hidup di wilayah laut dalam seperti palung, lembah, dan dasar laut. Hewan ini juga mampu hidup hingga kedalaman 11 kilometer atau hampir mencapai dasar laut. Hewan-hewan kecil dengan pergerakan aktif biasa ditemukan di laut dalam yang tekanan arusnya dapat mencapai ribuan kali lebih kuat dibanding permukaan laut. Mereka umumnya berukuran 2-3 sentimeter. Kebanyakan ditemukan di wilayah Antartika.Nama Supergiant awalnya diberikan saat penemuan spesimen serupa pada 1980 di pantai Hawai. Saat itu udang yang ditemukan ukurannya 10 sentimeter. Bagi hewan sebesar itu, dengan jarak waktu penemuan yang sangat lama, menunjukkan banyaknya spesimen di laut Selandia Baru yang tidak kita ketahui.

Ilmuwan dikejutkan dengan banyaknya penemuan bawah laut. Hal tersebut memberikan pemahaman baru bahwa laut dalam yang selama ini disebut sebagai tempat yang dingin, gelap, dan memiliki tekanan yang tinggi, di dalamnya terdapat keanekaragaman makhluk hidup. Selain Amphipod, mereka juga menemukan jenis hewan lainnya bernama Isopod yang disebut “Snailfish”, yang hidup di kedalaman 7,7 kilometer.

Sumber

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons