Minggu, 19 Februari 2012

5 Vaksinasi Wajib Bagi Orang Dewasa


Meskipun masyarakat Indonesia sudah cukup familiar memakai istilah "Mencegah lebih baik daripada mengobati" ternyata dalam prakteknya masyarakat Indonesia tidaklah mudah menjaga pola kesehatan sesuai dengan pepatah di atas. Tunggu sakit dulu baru konsul ke tenaga kesehatan. Rasanya sayang mengeluarkan biaya untuk sekedar konsul saja ke dokter. Meskipun sudah sakit, terkadang ditahan-tahan, 'Ah..paling cuma flu/demam biasa bentar lagi juga sembuh koq'. Hal ini bisa saja terjadi karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi untuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk konsul kesehatan rutin. Faktor lain bisa saja terjadi karena  minimnya fasilitas kesehatan di tempat tinggal masyarakat tersebut.
Dibutuhkan kemauan dan pengetahuan untuk pencegahan yang baik dan efektif. Banyak hal yang harus dilakukan, mulai dari pola hidup sehat, olahraga teratur hingga rajin memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, ada cara lain untuk mencegah terkenanya penyakit yaitu vaksinasi (imunisasi).
Vaksin berasal dari kata vaccinia (penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar) adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau "liar".
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.). Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker).
Berikut adalah 5 jenis vaksin yang baik diberikan untuk orang dewasa, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC): 


1. Human papillomavirus (HPV) 
Vaksin ini dianjurkan untuk menghalau virus kanker serviks yang mengancam perempuan. Bagi Abigail Shefer, MD, FACP, seorang ahli epidemologi media dan direktur Ilmu Pengetahuan untuk Immunization Services Division (ISD) di CDC, vaksin ini sebaiknya diberikan kepada perempuan sebelum usia 26 tahun. 


2. Vaksinasi flu 
Pemberian vaksinasi flu terhadap orang dewasa sepatutnya juga diberikan setiap setahun sekali. Hal tersebut dikarenakan virus flu yang mudah menyerang dari satu orang ke orang lain. 


3. Tetanus, difteri dan pertusis acellus (Tdap) 
Jenis vaksinasi ini pada umumnya harus diberikan dalam kurun waktu selama 10 tahun sekali. Salah satu fungsi dari vaksin ini adalah sebagai penghalau pertusis atau yang dikenal dengan batuk rejan. Menurut Shefer, banyak penelitian yang menemukan bahwa batuk rejan pada bayi ditularkan oleh orang dewasa. 


4. Varicella 
Ini merupakan jenis vaksin yang mencegah cacar air pada anak dan herpes zoster pada orang dewasa. Shefer menyatakan, meski Anda sudah terserang cacar air, virus tersebut tetap aktif dalam sistem saraf. 


5. Pneumococcal vaksin (pneumonia) 
Ini direkomendasikan untuk orang di atas usia 60 tahun, terutama bagi merekan yang memiliki risiko diabetes.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons